The Theatre of JKT48

Ini adalah bagian ketiga dari tulisan gue yang menceritakan pengalaman pertama gue ke teater-nya JKT48 tanggal 20 Februari yang lalu..

III.  The Theatre of JKT48

Setelah menempuh perjalanan selama ±2 jam, akhirnya gue tiba di fX sekitar jam 4.30 PM. Setelah itu, gue langsung mencari musholla dalam mall tersebut, yang ternyata berada di lantai 4, lantai yang sama dengan tempat teater JKT48 itu. Sesampainya di lantai 4, gue “iseng” tuh mau liat sekilas keadaan di depannya teater dulu, dan seperti yang gue perkirakan, di depan teater tersebut udah diramaikan oleh kerumunan orang yang mayoritas cowok. Setelah menunaikan kewajiban seorang muslim, gue mulai mendekati area teater tersebut, dan disana ada 2 barisan besar yang mengarah ke dua arah yang berbeda.

-   Berdasarkan pengamatan gue, barisan 1, yang ada di sebelah loket teater adalah barisan orang-orang yang mengantri buat ikut Waiting List

-   Lalu di barisan ke 2, barisan yang mengarah ke semacam “gerobak”, adalah orang-orang yang mengantri untuk membeli merchandise (*there’s a better word that I can’t remember) resmi dari JKT48, macam photopack, album (*mungkin), etc.

Setelah mengamati “situasi” selama beberapa saat, gue akhirnya memutuskan untuk membeli tiket teater tersebut, yang kalo diurutin dari nukar print-out email sampe masuk gini urutannya :

  1. 5.10 PM, kondisi loket yang sepi waktu itu memudahkan gue untuk menukarkan print-out email konfirmasi ke loket teater. Sampe loket, gue ngasih print-out email, KTP (*kalo belum punya, make Kartu Pelajar juga bisa kayanya), sama dua lembar “I Gusti Ngurah Rai”. Setelah nerima KTP gue lagi, gue dikasih tiket warna biru yang ditulisi angka 4 pake spidol dan punggung tangan kanan gue distempel pake tinta yang cap-nya keliatan pas kena sinar ultra-violet(*cmiiw) (** Ini buat nunjukin kalo lu adalah pembeli yang sah [dapet email konfirmasi] dari tiket tsb, soalnya tiket itu gak bisa dipindah-tangankan ***jadi kalo lu punya tiket, tapi gak ada cap ini lu sepertinya gak bisa masuk)
  2. 6.40 PM, setelah sholat Maghrib gue ngantri lagi di depan lorong menuju teater. Kali ini adalah ngantri buat masuk ke teater sesuai dengan nomor yang ada tiket lu, tapi urutan masuknya gak sesuai urutan angka kecil ke besar, tapi diacak (*gue aja dapet nomor 4, tapi nomor 4 disebut pas urutan 7/8 Dx)
  3. Kurang lebih 8/9  menit kemudian, angka yang ada di tiket gue itu disebut, satu baris yang punya tiket dengan angka yang sama itu maju memasuki lorong ke dalam teater, dengan menunjukkan tiket dan cap ultra-violet tadi tentunya.
  4. Final step before get into the theatre, bag check.  Pengunjung teater gak boleh bawa makanan, minuman, senjata tajam, merokok. Kalo kedapatan sepertinya harus dikeluarkan (*dititipkan **sepertinya), tapi mending sebelum ke step nomor dua di atas mending abisin dulu dah tuh makanan sama minuman yang lu bawa, daripada ribet ntar. Step ini makan waktu kurang dari 30 detik (*buat gue yang gak bawa barang-barang terlarang)
  5. So, that is it !! Get into the theatre, pilih kursi yang menurut lu cocok dengan view yang lu mau, and enjoy the show !

 

  • The Show

Gue nulis ini 11-17 hari setelah gue nonton teater (20/2), jadi jelas gue gak bisa ingat dengan pasti dan  komentar dengan jelas tentang show itu. Mungkin lu bisa googling sendiri tentang setlist, unit show, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan show itu secara umum Di sub-bagian ini mau nyeritain beberapa hal yang masih gue ingat dari show itu…

Gue yang buta dengan musik Jepang gak tau apa-apa tentang setlist lagu mereka malam itu. Gue cuma baca sekilas di sebuah blog sebelum pertunjukan dimulai tentang lagu-lagu yang bakal mereka bawain. Di wikipedia juga ternyata ada daftar lagu di setlist RKJ ini.

Shadow Announcer di pertunjukan waktu itu Ayana (*surprised how the crowd recognize such voice **mungkin karena banyak dari penontonnya udah sering ke teater)

Beberapa saat kemudian, seluruh member keluar dan menyanyikan beberapa lagu berturut-turut (*My eyes met hers twice at this moment xD) Pas bagian nyanyi semuanya ini, ada beberapa member yang terlihat kalo mereka belum menguasai blocking koreografi mereka. Bagi Ghaida, mungkin karena itu penampilan keduanya  setelah dia vakum cukup lama, dan mungkin ada beberapa alasan lainnya bagi member yang lain. Setelah menyanyikan sejumlah lagu, para member akan memperkenalkan diri mereka dan akan dilanjutkan dengan MC Talk.

Ada hal kecil yang rada ngeganggu gue pas perkenalan member, yaitu respons para member lainnya setelah seorang member selesai memperkenalkan diri, berupa “Yeaaay!” yang dilakukan setiap member selesai memperkenalkan diri. Maksudnya baik emang, yaitu buat membangkitkan respons dari penonton setelah ada yang memperkenalkan diri, but somehow it was disturbing me.

MC Talk adalah bagian yang menurut gue paling menarik dari teater malam hari itu. Topik yang malam itu mereka bahas adalah “CD apa yang pertama kali member beli” dan “Lagu AKB48 (*atau mungkin 48Family) apa yang mau member nyanyikan dalam bahasa Indonesia”. Bagi gue bukan topiknya yang menarik perhatian, tapi cara mereka membicarakan topik tersebut. Dan tentu saja bintang utama pada malam itu tidak lain dan tidak bukan adalah Nakagawa Haruka. Haruka yang skill bahasa Indonesianya berkembang cukup cepat kalo dibandingkan dengan Akicha melontarkan semua kalimat yang dia tahu (*dengan bantuan Jeje dan Shania), mulai dari “Siapa lo ?”, “Emang masalah buat gue ?”, “Ciyus ? Miapah ?” dan banyak kata-kata lain yang sangat tidak pantas diucapkan oleh orang Jepang biasa :D Untuk percakapan saat MC Talk yang lebih jelas klik tumblr kazurro692

Lalu, unit song. Unit Song Kuroi Tenshi dibawain sama Jeje, Stella, sama Sonia (*kalo gak salah .__.), Heart Gata Virus dibawain sama Rena, Ayana, Haruka (*kalo gak salah juga .___.), Renai Kinshi Jourei dibawain sama Akicha, Ghaida, Ve(kalo yang ini yakin dah), Tsundere dibawain sama Sendy, Cindy, Nabilah (*kalo gak salah lagi .__.) dan sisanya membawakan Manatsu no Christmas Rose (*gak inget siapa aja). Gue gak bisa berkomentar apa-apa tentang unit song karena lagu-lagu yang mereka bawakan adalah lagu-lagu yang gak gue tau. Gue cuma berasa familliar sama nada dari lagu kuroten, tapi buat yang laen, itu bener-bener pertama kali denger lagu-lagu itu. Menurut gue, tiap unit ini punya pesonanya masing-masing. And those charm are really hard to describe by words. Masing-masing member menunjukkan skill mereka yang cukup baik dengan caranya masing-masing.

Beberapa hari terakhir, gue baru tau kalo ternyata mereka kadang-kadang nyanyi dengan live (gak lip-sync) di teater, tapi gue gak merasa denger mereka nyanyi live waktu itu. Setelah unit song, mereka akan melanjutkan ke sesi selanjutnya dari MC Talk, dan dilanjutkan dengan group song lagi -> encore -> selesai -> hi-touch.

  • Hi-Touch

Hi-touch adalah sesi setelah show teater dimana para penonton teater akan melakukan high-five (tos) dengan para member yang berpartisipasi di show teater hari itu. Sesi ini dilakukan beberapa menit setelah show teater selesai (setelah para member beristirahat sejenak pasca penampilan). Para member akan berbaris di luar pintu keluar teater, dan para penonton pun akan berbaris untuk keluar dan melakukan high-five dengan para member. Gue sendiri, karena suatu alasan,kurang suka dengan sesi Hi-Touch ini. Somehow, this session make me uncomfortable. Jadi, gue ngelakuin high-five  dengan para member secara singkat dan awkward.

 

 

CONCLUSION

Dari pengalaman pertama gue ke teater JKT48 tanggal 20 itu, gue bisa bilang kalo pertunjukan Renai Kinshi Jourei yang dibawain Team J secara overall memuaskan. Dua lembar “I Gusti Ngurah Rai” yang gue bayarkan di loket pun bisa dibilang gak sia-sia. However, masih ada beberapa hal yang harus dibenerin, soal blocking group song misalnya (*yang waktu itu jelas terlihat). Dan kalo full-show para member nyanyi dengan live, pasti bakal lebih 대박 !! (*walau rada gak mungkin sih). Orang yang gak punya “pendidikan” soal J-Pop (*seperti gue) pun bisa menikmati show teater ini, walaupun mungkin akan agak kebingungan jika sewaktu MC Talk membahas seputar J-Pop.

Menurut gue, orang-orang yang penasaran dengan JKT48 kaya gue waktu itu, harus liat show ini, paling gak sekali lah. Dengan sekali nonton teater waktu itu, rasa penasaran gue tuh udah lebih dari terjawab. Dulu gue bingung, kenapa ada orang yang mau nonton sebuah pertunjukan yang sama berkali-kali, bahkan ada yang belasan maupun puluhan kali. Setelah dapet “pencerahan”, gue sadar kalo yang nonton berkali-kali itu untuk memantau progress dari idol mereka. Setlist RKJ kan kalo gak salah mulai dipentaskan mulai Desember 2012, jadi bisa dibilang ini masih awal dari masa perkembangan mereka. Misalnya gue nonton lagi setlist ini dan masih dibawain sama team J beberapa bulan yang akan datang mungkin performa mereka akan jauh lebih baik dari yang mereka tampilkan pada saat itu. Selain itu, beberapa member juga kadang-kadang ditempatkan di unit song yang berbeda, dan itu pun jelas akan memberikan feel yang berbeda di unit tersebut, and different feel will give you different excitement.

Oh ya, satu lagi. Hati-hati kalo mau ke teater. Kalau hati anda lemah, rasa sekedar penasaran sama JKT48 bisa berubah menjadi suatu perasaan yang lebih dalam terhadap para member dan bisa membahayakan konsentrasi anda yang telah anda miliki sebelum menonton show di teater tersebut.

Jadi, kapan mau ke teater JKT48 ??  :)

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s